Biodata Tsukasa Takafumi

Ryokushoku o Obita

Japanese Academy of Magic


[Nama Lengkap]: Tsukasa Takafumi

[Nama Panggilan]: Tsukasa-chan, Tsu-chan, Takafumi-san, Fumi-chan, dsb

[Tempat dan Tanggal Lahir]: Nara, Jepang. 21 Desember 1985 [Kewarganegaraan]: Jepang

[Asrama]: Bara

[Mahou no Tsue (Tongkat Sihir)]: Vine 29.5 sentimeter, inti Sharp Claws of kamaitachi.

[Peliharaan]:

  • Elang – Eros
  • White Persia cat – Kurugi
  • [Alat Transportasi yang Dibawa di Ryokubita]: – [Barang Elektronik yang Dibawa di Ryokubita]: MP3 beserta chagerannya plus heandset.

    [Kegiatan yang Diikuti]: Kendo, dan segala macam bela diri. dan Music, dan Vocal

    Latar Belakang Keluarga

    [Nama Ayah]: Sei Takafumi

    [Nama Ibu]: Natsuko Satoru

    [Nama Saudara]:

  • Kujou Takafumi—Kakak Laki-laki (27) Merrid
  • Seira Takafumi-Sasaki—Kakak Perempuan (25) Merrid
  • Sanosuke Takafumi—Kakak Laki-laki (22) single
  • Kaname Takafumi—Kakak Laki-laki (20) Single
  • Hiroshi Takafumi—Kakak Laki-laki (18) Single
  • [Latar Belakang Keluarga]: Sei Takafumi, terlahir dalam keluarga yang turun-temurun melayani keluarga inti. dimana dirinya dilatih sedari kecil untuk selalu menjaga keturunan keluarga inti, begitu pula dengan keturunan-keturunannya. Namun tidak hanya itu mereka juga menyewakan jasa dimana orang butuh perlindungan. Dan hanya orang-orang yang sudah diakui keberadaannya saja oleh mereka akan mereka layani sepenuh hati. Hingga pada akhirnya Sei bertemu Natsuko yang merupakan teman semasa kecilnya dulu yang bekerja pada peusahaan besar di Tokyo sebagai pengacara. Dan pada akhirnya mereka pun menika dan mempunyai 5 orang anak dimana anak kedua mereka adalah perempuan. HIngga pada suatu hari Sei bertemu sepupunya yang sedang menunggu dirumah sakit bersama seorang anak perempuan yang masih sangat kecil, dibilang setahun pun belum. Enah sebab apa saudaranya itu memberikan anak perempuannya yang sedang tertidur lelap itu kedalam pelukan Sei. Dengan satu pesan jika Sei menceritakan tentang jati diri anak tersebut. Sepupunya meminta dirinya dianggap mati. Namun ada satu hal yang Membuat diri Sei masih penasaran, ia tahu istri dari sepupunya telah melahirkan dan meninggal pada saat itu juga, namun satu yang masih menjadi pertanyaan dimana saudara anak yang dititipkan padanya, kenapa bukan keduanya saja dititipkan dan kenapa hanya satu orang? Segera dengan cepat ia menipis mungkin saja dibawa oleh saudara sepupunya sendiri. Sempat menjadi satu ke khawatiran bagi Sei sendiri saat membawa anak yang mempunyai nama Tsukasa ini pulang, ke khawatiran akan di tolak mentah-mentah dimana dirinya sudah mempunya 5 anak bandel, ditambah satu mungkin akan membuat istrinya mengira anak selingkuhan. Namun satu hal yang tak di duga, Tsukasa kecil diterima dengan senang hati, setelah penjelasan-penjelasan yang diberikan pada saat hari pertama Tsukasa menginjak rumah keluarga Takafumi. Tsukasa kecil yang tidak mengingat apa-apa tentang masa lalunya. Rahasia tentang Tsukasa yang tidak akan mereka bocorkan sampai kapanpun, berubah menjadi rasa overprotektif bagi kakaknya yang mulai menyukai Tsukasa. Karena jika mereka mengungkapkan apa yang terjadi Tsukasa akan pergi jauh dari mereka. Dan Tsukasa sendiri tidak pernah tau tentang hal itu. Yang ia tahu keluarganya saat ini adalah keluarga kandungnya.

    Data Personal

    [Tinggi / Berat]:148cm/43 kg

    [Golongan Darah]: O [Warna Mata]: Hitam pekat

    [Warna Rambut]: Coklat kemerahan, namun kadang terlihat hitam, warna aslinya Hitam

    [Warna Kulit]: Putih bersih

    [Ciri khusus]: Terkadang Terlihat membawa gitar, Selalu memakai kalung tengkorak, Surai merah darah.

    [Personaliti Karakter]:

    Bisa bersikap sopan jika orang yang dihadapannya sopan, cukup tenang untuk anak seumurannya. Terlihat dingin. Jarang bicara. Tipe orang yang sulit menyukai seseorang. Bisa mengendalikan diri. Sedikit Mandiri. Tipe orang yang akan menjalankan perintah dari atasannya.

    [Bakat dan Kekurangan]:

    TRIVIA


    Lagi

    Song Of Loneliness

    Disclaimer: Ryoukubita punya Ndhez, dan gw hanya punya Tsukasa berserta Familinya. NPC : KouJo Takafumi (24) kakak laki-lakinya Tsukasa dan Arishima (18) yang jadi korban. Ini pertama kalinya bikin song fiction jadi klo ancur maaf-maaf saja.

    Timeline: 1 Tahun sebelum masuk Ryokubita.

    Nb : sekedar informasi ini fanfic idenya keluar waktu denger lagu ini dan Hameln ~ Koisuru Marionnette ~ sebenarnya ada satu lagi cuma saya lupa linknya.

     


     

    Song Of Loneliness

    Aku menyandarkan tubuhku pada dinding putih dingin. Mengadahkan kepala mentap langit-langit yang membisu. Mataku terpejam sesekali. Merekam setiap senyuman dalam ingatan-ku. Menyimpan di dalam hati yang paling terdalam dan menguncinya di sudut paling terdalam.

    Menangis dalam sepi. Bahkan setiap malam ketika kenangan itu terlintas, seketika air mata itu turun membasahi wajah. Rasa sakit yang menusuk hingga menyesakan dada. Mencekik leher yang hampir menghentikan aliran pernafasan yang mengalir keseluruh tubuh.

    AKu terduduk lemas, semakin lemas ketika desingan peluru itu berbunyi. Menyanyikan alunan kematian yang hanya bisa di perdengarkan. Setiap alunan nyanyian kematian berdesing, semakin sebagian diri ini terasa sakit. Sakit yang tak tertahankan, seolah-olah ada yang mencabut sebagian jiwa yang berada di dalam dirimu dengan paksa.

    Ingin rasanya aku berlari. Berlari menghentikan suara alunan kematian yang menyakitkan hati. Berlari menembus kerumunan dihadapanku. Tapi yang terjadi aku tertahan disini. Mereka menahanku. Menghalangiku.

    Sakit. tidak-kah mereka dapat merasakannya? merasakan kesakitan ketika lagu alunan kematian itu dimainkan?

    Air mata ini terus mengalir, tubuh yang hampir lemas tak berdaya seiring alunan kematian itu menghilang. Dan aku berlari menembus sosok mereka yang memegangiku sedari tadi. tangan yang bergemtar memberanikan membuka batas yang menjadi penghalang. Mendorong paksa walau aku tahu tidak ada yang menghalangi.

    Yang terjadi adalah…

    Aku hanya terdiam membisu. Menatap tubuh bersimbah darah. seketika saja. Cairan bening transaparan itu mengalir dari sudut mataku. langkah kakiku berlahan maju. Seiring dengan rasa sesak di dada. menatap sosok pria yang terbaring tak bernyawa dengan peralatan penyambung hidup masih terpasang di tangan kanannya. Senyuman yang terbingkai di wajah.

    Tak ada kata-kata yang ngeluar dari bibirku, bahkan suara pun sulit untuk di keluarkan. Semakin diriku melangkah mendekat kearahnya, semakin lemah pertahananku. Semakin sesak dada ini.

    Dan hingga satu langkah lagi aku ingin menyentuhnya, membelai wajahnya untuk terakhir kalinya. Dia menarik tubuhku menjauh. menjauh dari sosok orang itu. seberapa usaha aku melawan,dia lebih kuat dari diriku. seberapa banyak air mata ini tumpah tak terhingga dan seberapa banyak aku berteriak meminta untuk di lepaskan. semuanya percuma dia tidak akan melepaskan diriku untuk menyentuh orang itu.

    Sakit, sakit dan rasa sakit yang hanya bisa kurasakan.

    Esok atau lusa ataupun tahun-tahun selanjutnya aku tidak akan pernah bisa melihat wajah yang selalu terkembang senyum, sosok yang memandangku apa adanya diriku. Suaranya yang lembut tak bisa ku dengar lagi. sosoknya tidak bisa-ku lihat lagi, bahkan tangan ini tidak bisa menyentuhnya lagi.

    Yang bisa aku kenang hanya bayangan dalam memori yang mungkin suatu saat akan terlupa, dan aku takut jika harus atau tiba-tiba melupakannya.

    Dan yang bisa aku lakukan hanya bisa mengenangnya. Menyimpan kenangan yang sebisa mungkin tidak ingin aku lupakan. Dan seandainya aku bertemu lagi di kehidupan yang akan datang? akankah tetap saling mengenal atau tidak sama sekali? Apakah akan tetap berakhir seperti ini berakhir dengan air mata dan hanya diriku saja yang merasakan kesakitan? Dan aku berakhir dalam kesendirian, berakhir dalam sangkar perak yang mengukuk kebebasan dari kebebasan yang hampir aku capai.

    Alone. And I am Alonely again.

     

    =OWARI=

    Top Rating