Ghost Hunt Vol 11 (Manga)

Ghost Hunt Manga

Manga

Ghost Hunt vol 11. Cerita ini masih berkisar tentang dimana para SPR terjebak dalam sebuah sekolah.  Cuaca yang tidak baik membuat mereka masuk ke dalam gedung sekolah tua. Tempat mereka menyelidiki kasus yang diminta. Sebagian dari mereka masuk kedalam gedung dan berusaha mencari jalan keluar untuk bisa keluar, dengan berbagai macam cara. Namun sepertinya gedung ini di lapisi sesuatu yang tidak mereka ketahui. Dan sisanya yang berada diluar sedang pergi membeli sesuatu pun datang dan ikut terjebak seperti sebagain kelompok.

Delapan orang kelompok yang terdiri dari Mai Taniyama, Naru aka Kazuya Shibuya, Lin Koujo, Houshou Takigawa yang biasa di panggil Bousan, Ayako Matsuzaki, John Brown, Masako Hara, Osamu Yasuhara minus Madoka Mori. Terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan. Sesuatu yang nampak sangat nyata dimata mereka dan hal yang tidak terduga seperti menemukan mayat di kelas.

Back Cover Vol 11

Ghost Hunt Back Cover vol 11

Satu persatu anggota mereka menghilang ditelan kegelapan, pesona gedung sekolah tua yang nampak tenang dan tidak berbahaya. Tergantikan oleh sosok beberapa anak kecil menipu daya penggelihatan, dan merubah memori mereka.  Hingga salah satu diantara mereka sedikit menyadari, kejanggalan yang terjadi dalam situasi ini. Sebuah Clue dari Yasuhara, membuat Mai berfikir ada yang aneh pada situasi ini.  Seperti ada sesuatu yang terlupakan diantara mereka dan keanehan lainnya yang terjadi. Hingga yang tersisah dari kelompok tersebut adalah Mai seorang. Apa yang akan Mai perbuat? Dapatkah ia membebaskan seluruh teman-temannya yang menghilang entah kemana? Dengan Pesan yang diberikan oleh Naru dengan Kekuatan yang Mai miliki sendiri?

Lanjutannya dapat anda baca sendiri. Tenang saja Manga ini bisa anda dapatkan di toko buku terkenal di Indonesia. Namun sayangnya ini bukanlah vol terakhir dari seri ini,  so jangan berkecil hati. Walaupun lama dikarenakan hambatan-hambatan yang terjadi. Bagi kalian yang memang menantikan cerita lanjutan ini sudah bisa mengembangkan senyum sekarang. Jadi belilah segera karena saya tidak jamin jika anda kehabisan, karena termasuk langka manganya. Novelnya lebih langka lagi.

Iklan

Song Of Loneliness

Disclaimer: Ryoukubita punya Ndhez, dan gw hanya punya Tsukasa berserta Familinya. NPC : KouJo Takafumi (24) kakak laki-lakinya Tsukasa dan Arishima (18) yang jadi korban. Ini pertama kalinya bikin song fiction jadi klo ancur maaf-maaf saja.

Timeline: 1 Tahun sebelum masuk Ryokubita.

Nb : sekedar informasi ini fanfic idenya keluar waktu denger lagu ini dan Hameln ~ Koisuru Marionnette ~ sebenarnya ada satu lagi cuma saya lupa linknya.

 


 

Song Of Loneliness

Aku menyandarkan tubuhku pada dinding putih dingin. Mengadahkan kepala mentap langit-langit yang membisu. Mataku terpejam sesekali. Merekam setiap senyuman dalam ingatan-ku. Menyimpan di dalam hati yang paling terdalam dan menguncinya di sudut paling terdalam.

Menangis dalam sepi. Bahkan setiap malam ketika kenangan itu terlintas, seketika air mata itu turun membasahi wajah. Rasa sakit yang menusuk hingga menyesakan dada. Mencekik leher yang hampir menghentikan aliran pernafasan yang mengalir keseluruh tubuh.

AKu terduduk lemas, semakin lemas ketika desingan peluru itu berbunyi. Menyanyikan alunan kematian yang hanya bisa di perdengarkan. Setiap alunan nyanyian kematian berdesing, semakin sebagian diri ini terasa sakit. Sakit yang tak tertahankan, seolah-olah ada yang mencabut sebagian jiwa yang berada di dalam dirimu dengan paksa.

Ingin rasanya aku berlari. Berlari menghentikan suara alunan kematian yang menyakitkan hati. Berlari menembus kerumunan dihadapanku. Tapi yang terjadi aku tertahan disini. Mereka menahanku. Menghalangiku.

Sakit. tidak-kah mereka dapat merasakannya? merasakan kesakitan ketika lagu alunan kematian itu dimainkan?

Air mata ini terus mengalir, tubuh yang hampir lemas tak berdaya seiring alunan kematian itu menghilang. Dan aku berlari menembus sosok mereka yang memegangiku sedari tadi. tangan yang bergemtar memberanikan membuka batas yang menjadi penghalang. Mendorong paksa walau aku tahu tidak ada yang menghalangi.

Yang terjadi adalah…

Aku hanya terdiam membisu. Menatap tubuh bersimbah darah. seketika saja. Cairan bening transaparan itu mengalir dari sudut mataku. langkah kakiku berlahan maju. Seiring dengan rasa sesak di dada. menatap sosok pria yang terbaring tak bernyawa dengan peralatan penyambung hidup masih terpasang di tangan kanannya. Senyuman yang terbingkai di wajah.

Tak ada kata-kata yang ngeluar dari bibirku, bahkan suara pun sulit untuk di keluarkan. Semakin diriku melangkah mendekat kearahnya, semakin lemah pertahananku. Semakin sesak dada ini.

Dan hingga satu langkah lagi aku ingin menyentuhnya, membelai wajahnya untuk terakhir kalinya. Dia menarik tubuhku menjauh. menjauh dari sosok orang itu. seberapa usaha aku melawan,dia lebih kuat dari diriku. seberapa banyak air mata ini tumpah tak terhingga dan seberapa banyak aku berteriak meminta untuk di lepaskan. semuanya percuma dia tidak akan melepaskan diriku untuk menyentuh orang itu.

Sakit, sakit dan rasa sakit yang hanya bisa kurasakan.

Esok atau lusa ataupun tahun-tahun selanjutnya aku tidak akan pernah bisa melihat wajah yang selalu terkembang senyum, sosok yang memandangku apa adanya diriku. Suaranya yang lembut tak bisa ku dengar lagi. sosoknya tidak bisa-ku lihat lagi, bahkan tangan ini tidak bisa menyentuhnya lagi.

Yang bisa aku kenang hanya bayangan dalam memori yang mungkin suatu saat akan terlupa, dan aku takut jika harus atau tiba-tiba melupakannya.

Dan yang bisa aku lakukan hanya bisa mengenangnya. Menyimpan kenangan yang sebisa mungkin tidak ingin aku lupakan. Dan seandainya aku bertemu lagi di kehidupan yang akan datang? akankah tetap saling mengenal atau tidak sama sekali? Apakah akan tetap berakhir seperti ini berakhir dengan air mata dan hanya diriku saja yang merasakan kesakitan? Dan aku berakhir dalam kesendirian, berakhir dalam sangkar perak yang mengukuk kebebasan dari kebebasan yang hampir aku capai.

Alone. And I am Alonely again.

 

=OWARI=

Top Rating