Your Eye’s

Warna sepasang kelereng  milikmu
Bagaikan langit tanpa batas
Indah, menyejukkan jiwa
Sinar bahagia yang terpancar di matamu
Membuatku ingin memelukmumemelukmu
by : Rafuma Yourenzi

Do not understand

God, I do not know what I feel now.
Do not understand, what I was naturally present.
Everything is confusing,
Not realized.
Pounding heartbeat.
Breath is almost choked every look him.
Blushing on my face, embarrassed, happy jumbled into one.
But, I still do not understand.
This sense, like what?
must to do what?
Must be like what?
And I do not know what to say.
God, if you understood what I was experiencing.
If you understand what’s happening to me,
About the madness and start thinking not going according to logic.
Tell me what I was experiencing.
Because until now I still do not understand.

by : Rafuma Yourenzi

Poem’s

seyum dingin di wajahmu itu
sorot mata dingin yang terpancar
tanpa cinta…
tanpa kasih….

ingin ku mengakhiri semua ini…
dendam antara pertikaian dunia ini
dua kubu saling bertarung
tanpa pernah ada yang menang dan kalah

haruskah… karpet merah itu terbentang
haruskah….tubuh-tubuh itu berhamburan
haruskah…. air mata itu terus mengalir
haruskah…..kegelapan mengusai bumi

dapatkah kau mengerti …??
akan sakitnya bumi ini
dapatkah kau mendengar
bumi yang menangis…??

TEAR

TEAR

Matahari bersinar,
Angin sejuk meniupkan kedamaian
Bayanagan melintas di hadapan ku.

Teriakan meyeruak pedih,
kinipun diam tak berdaya.
Kau bangkit dari tidur tanpa rasa sakit dengan seyum damai.

“Apa kau tak mersa sakit?”
Seyum tipis menghias wajah
“Aku tak akan mati oleh apapun, selama nyawa ini masih di sini”
perkataanmu menusuk hatiku, mengingatkan ku akan dirinya

Sorot mata yang membuatku terpesona
Saat pertama kali bertemu,
Ku temukanlagi.
Terjatuh tak bergerak di hadapan ku.

Kesedihan yang tanpa ku sadari,
Sakit yang kurasakan takut kehilangan,
Air mata yang membeku kembali mencair.
meluluhkan hati yang dingin.

Seyum tipis yang ku lihat lagi.
Menetramkan hati ku.
Air mata menetes dari hatiku yang beku, 
Karena cinta yang pernah hilang

 

 By : Yourenzi, Rafuma

Bantal, Guling, dan Selimut

Betapa aku merindukan kehangatanna
saat rasa dingin menghampiri q
ingin rasanya memeluk dengan erat
memejamkan mata tanpa rasa bebean
betapa aku menginginkan sentuhannya
saat mendekapnya dengan hangat
menyelimuti diriku yang kedinginan
dengan nyaman dan tenang
hangat lembut saat didekatnya]Bantal, guking, selimut
aku ingin cepat-cepat memelukmu
saat hujan dan dingn datang
by : me
============================================================================================================
 

Previous Older Entries

Top Rating