DeJaVu Part 6

Title : DeJaVu (mimpi-mimpi yang mempertemukan takdir cinta)
Author : Yourenzi, Rafuma
Fandom : Alice Nine
Pairings : Makino x Saga
Notes : mash tetep pemeran utamanya yaitu maki*tepuk tangan* yang lain hanya peran pembantu aja ato pun cuma numpang lewat.
Summary : “kenapa aku baru menyadari klo yang selama ini jalan bersama ku adalah seorang pemain bassist dari salah satu band j-rock yang ku suka”

KETERANGAN : EDIT SOON

Iklan

DeJavU Part 5 – 4(end)

ARISU STUDIO
*”masih di jepang blm pindah ke Indonesia, maunya author sich pindah ke samping rumah”*disambit fans arisu di penjuru dunia*author tepar*

suara ac yg halus dan dinginya ruangan itu membuat member arisu mejep-mejep matanya sekali-kali mereka menguap lebar, dan untungnya ga ada lalat yang masuk. Seperti biasanya habis latihan buat single terbaru mereka Raibow*promosi* mereka duduk-duduk ada yang megang gitar sambil di petik-petik, ada yang mengang stick drum sambil dilempar-lempar, ada yang main boneka porselin*nah loh?*, sampai pada akhirnya saga membuka pembicaraan

“eng… ano..minna..” ujar Saga bibirnya di majukan kedepan, diambilnya bantal bangku di seblahnya dan di lemparlkan bantal-

bantal itu ke arah teman-teman satu bandnya,

“SAGA!!” serentak saja mereka berteriak dan melemparkan kembali bantal yang dilempar oleh Saga

BUKK!!
“itai..” mengusap2 kepalanya, saga menggembungkan pipinya dan itu membuat nao jadi gemes ke padanya
 
“uh!! luthuna” mencubit pipi saga dan mengerakan kekiri ke kanan

“sakit tau!!” mengeplak kepala Nao

“makanya jangan melempar orang pake bantal” ujar Nao yg mencubit idung saga yang mancung

“habisnya kalian ga dengerin aku ngomong sich!” ia duduk di sofa empuk itu menyila ke dua kakinya

“iya-iya di dengerin, palingan juga tentang mimpi-mimpi loh itu” ujar cowo bertubuh kecil itu

“iya sich, tapi ga juga kok Pon. mimpi ini bener-bener jadi kenyataan tapi… belum pasti juga sich!!” menopang dagunya

“yee.. kirain beneran”

“tapi emang bener kok, cewe itu sama dengan yang ada di mimpiku. Baru beberapa hari yang lalu aku ketemu dengannya, taman yang sama, situasi yang sama, wajah yang sama, pokoknya sama dech” Saga ngotot klo ia bener-bener ketemu gadis yang ada di dalam mimpinya *hanya author yang tau XD*

“btw klo tentang soal gadis, 4 hari yang lalu aku ketemu sama seorang cewe sebuah taman depan apartement elit gitu. Bersyukur banget bisa ketemu dia klo ga bisa-bisa badan ku ini tambah pendek dan kecil gara – gara fans holic kita.” ujar pon ga kalah semangat dari Saga

“apakah dia cantik, klo cantik dan bad girl boleh tuch” ujar Tora yang mulain kambuh penyakit narchisnya dan langsung di sambit pake bantal ma anak-anak arisu.

“cantik? ga juga. Dia manis warna kulit yang gelap berbeda dengan gadis – gadis di sini, sorot mata yang tajam wajah tanpa polesan make up, rambut ikal yang sedikit berwarna ke coklatan, dan suarnaya yang terkesan acuh tak acuh n sedikit judes itu, dan entah kenapa aku sepertinya tertarik dengan dirinya” mata Hiroto mengadah ke Atas mengingat ttg pertemuan itu.

“sudah-sudah kalian ini, dari pada mendengarkan hal yang tidak-tidak lebih baik gw pulang aja” Shou mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan studio itu

“kenapa dy? Tumben banget jpulang duluan biasan sich gembul ini yang pulang duluan untuk nemuin adik tercintanya” pon mencubit pipinya Nao

“kayak ga tau aja, sich mata kodok itu kan lagi kerajinan chat, sepertinya dy juga kena virus OL dari author” ujar Saga yang buru-buru kabur sebelum di iket dan di dandani macam-macam ma author.

“kenapa sich kalian cepet banget nemu cewe yang kalian suka, padahal kan aura pheromon ku ini lebih kuat di bandingan sich paha mulus itu, ya kan pon? pon?” menengok ke arah pon  yang dah kabur bersama Nao ” sial kenapa klo di saat-saat aku mengexposkan ke tampanan ku pada ngilang sich, payah” ngambek ga jelas
###

 

Author : “akhirnya part 5-4 ini selesai jug” * mengadakan tangan ke atas*
Shou : “apa maksudmu, aku ke tularan virus dari Author”
Author : “apa bawa-bawa gw?”*devil mode on*lirik saga*
Saga : “ga kok-ga*lari dari kenyataan* bukan bgt *sembah sujud* abis dari kemarin kerjaanya mandangin Messeger mulu
Author : “bilang dari tadi”
Nao ” “kenapa aku di bilang gembul??”
A,S,T,&H : “karena kamu doyan makan”
Nao : “makan itu kan enak, apa lagi klo gratis 😛
Author : ” baka Nao.., gw juga mau klo gratis”
Hiroto : “kenapa mesti ada kata-kata pendek T.T,  aku benci kata2 itu”
Tora : “kenapa hanya sedikit… kenapa????* meratap memandang Author*
Author : ” kau pandangi aku pun, atau kau keluarkan pheromonmu pun ga akan mempan pada ku*tendang tora jauh2* seperti anak anjing keilangan induknya aja *

 

NB : part 6 in COING SOON

 

DeJaVu Part 5 – 3

Shibuya Park

taman yang banyak di kunjungi banyak orang termasuk yang  lagi pacaran ataupun hanya sekedar mengahabiskan waktu luang untuk sendiri, keramain di taman itu berlahan – lahan menghilang seiring waktu yang mulai menjelang sore. Sosok pria bertubuh tinggi dengan rambut pirang di cat seperti anak-anak jaman sekarang, ia duduk di salah satu bangku taman itu, entah apa yang dia lakukan di tempat itu.

di sisi lain seorang gadis berjalan sendiri menuju taman dengan melamun entah apa yang ada di pikirannya saat itu, saat ia sadar ia sudah berada di tengah-tengah taman itu, ia berputar-putar taman itu untuk mencari jalan keluar tapi apa daya karena penerangan yang kurang dan malam yang membuat taman itu gelap tanpa penerangan yang cukup membuat gadis itu tersesat di taman itu.

” coba tadi aku ga jalan sendiri pasti ga seperti ini” isaknya kebingungan  melihat kanan dan kiri “mana gelap lagi!!” air mata mulai keluar dari sudut matanya ia terduduk memeluk kedua kakinya sambil menangis memanggil nama kedua sepupunya atau pun sapa saja.
 
cowo yang duduk di bangku taman itu mendengar isak tangis gadis itu, dengan wajah penasaran dan rasa takut yang ada ia berjalan mendekati asal suara tangisan itu dan menemukan sosok gadis yang sedang menangis membelakangi perasaan takutnya semakin menjadi tapi rasa penasaran yang sangat besar melibihi rasa takutnya itu ia memberanikan diri menyapa gadis itu.

“kau tidak apa-apa?”  Gadis di hadapannya berbalik dan menatapnya dengan mata berwarna Onyx yang di hiasi butiran-butiran air mata. cowo itu pun ikut duduk di samping gadis itu dan menanyakan hal yang sama lagi “kau tidak apa-apa?”

“iya… a..aku.. ti..tidak… a..apa..apa..” masih menangis dan kaget melihat ada seseorang yang tiba-tiba  menyapanya dan duduk di sebelah

“lalu kenapa kamu menangis..?” cowo itu menatap gadis itu dan menghapus air mata gadis yang duduk di sebelahnya dengan gently

“aku…. Aku.. tidak tau ini dimana… aku..sudah menulusuri daerah ini tapi aku tidak tau ke arah mana tadi aku datang” ucap gadis itu terisak-isak menahan tangis sambil menghapus air matanya, dan pada saat itu entah sinar lampu taman atau bias cahaya bulan gadis itu melihat cowo yang duduk di sampingnya sedikit terbius oleh sosok itu

“jadi kamu tersesat, dan tidak tau jalan pulang?” cowo itu menelengkan kepalanya”kamu orang baru di sini yach?” tanya lagi, dan gadis itu hanya menggangkuk malu karena matanya yang sembab “sepertinya aku sudah pernah mengalami hal ini, taman ini, suasan ini, warna langit malam ini, semuanya, tapi dimana yach?” menceritakan hal ini kepada gadis yang di sebelahnya, gadis itu menatap cowo yang ada di sapingnya

“mungkin itu hanya firasat mu saja” saut gadis itu

“ah mungkin saja yach” ia tertawa garing “tapi aku merasa pernah mengalami hal ini, bertemu denganmu yang sedang menangis tersedu-sedu di taman ini atau ini hanya mimpi saja” ia melirik gadis itu dan di alihkannya lagi pandangannya ke arah lain, entah karena sinar lampu taman yang menerangi atau bias cahaya bulan yang ada membuat ia melihat betapa cantiknya gadis yang tak ia kenal di sebelahnya itu.

“kata temannq itu namanya dejavu, suatu peristiwa yang pernah kita alami, entah diri kita di dunia pararel sana atau sebuah kejadia di masa lalu yang terjadi lagi sama kita atau hanya sebuah kejadian di bawah alam sadar yang bisa juga di sebut mimpi, entalah aku tak pernah mengerti harifiahnya dejavu tapi aku mengerti apa maksudnya” ujar gadis itu terseyum, yang membuat cowo jadi salah tingkah lagi.

“apa kau tau, entah kenapa jika berbicara dengan mu aku merasa begitu nyaman dan tenang tidak seperti orang-orang yang pernah bersama q” ccowo itu mengadahkan kepala ke atas langit terkadang melirik orang yang di sampingnya.

“gombal” ujar cewek itu terseyum kecil

“apakah aku terihat gombal” terseyum lembut pada gadis itu dan membuat wajah gadis itu menjadi merah “entah kenapa setiap kali mimpi ini selalu terputus di tengah jalan, bagaikan sebuah film saja, tapi aku tak pernah tau siapa dirimu, tapi aku tak peduli kau datang dari mana, itu sudah membuatku merasa senang bisa bertemu dengan mu lagi.”

apa yang sedang kau bicarakan” gadis itu tidak mengerti apa yang sedang cowo di sampinganya itu ucapkan tadi

“ah bukan apa-apa”

“eh, apa kau bisa mengantarku keluar dari sini?”

“ah, tentu saja, tp dengan satu syarat”

“sungguh, hanya satu syarat kan? apa itu”

“aku ingin tau sapa namamu”

“watashi wa Makino desu”

“boku wa Sakamoto Takasi*nama asli saga*”

akhirnya cowo yang bernama sakomoto itu mengantar maky pulang menuju apartement tempat maki tinggal dengan selamat dan utuh tanpa luka sedikit pun, maky memncet bel di depan apartemnya dan yang membuka adalah Ning

“kok baru pulang?”  tanya ening

“iya , tadi maky tersesat untung saja ada orang baik hati yang mau mengantarkan maky pulang ke sini klo tidak ga tau dech

“tuch kan makanya klo jalan kemana-mana harus minta di temani sama qta-qta, klo terjadi apa-apa gimana?” saut Ening

“udah-udah jangan berantem nanti ganggu tetangga sebelah lagi, oh iya tadi waktu mau buang sampah sepertinya you nemu ini di bungkus bekas buklet bunga Ning kemarin, seperti memo” Ning dan Maky mendekati You untuk membaca memo itu, sebuah alamat email dan tulisan pesan kecil

Bunga Lily mempunyai banyak arti tapi lily putih yang ku persembahkan untuk mu sebagai ungkapan rasa suka ku pada mu saat pertama x aku melihat dirimu masuk ke toko bunga itu, dan ku harap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan mu tidak hanya melalui e-mail ini.
ttd
shou

“wah keren ternyata Ening di sukai shou na arisu, maky juga mau”

“ga boleh, Ening itu udah suka Shou dari pertama kali liat shou, maky sama yang lain aja”

“maksud maky bukan shou tp member arisu yang lain”

“tapi bukanya maky suka sama miyavi?” goda youren   

“ah… mami jahat….” ngejar you sampe keliling keliling ruangan itu

DeJavu Part 5 – 2

Toko Bunga – Japan

jalanan yang ramai padat di hari sabtu itu tetap membuat ke tiga gadis itu bersemangat, walaupun kadang kala salah satu di antaranya menabrak seseorang karena belum terbiasa dengan situasi di jepang. Berbagai macam toko terjajar di jalan, mata Ening tertarik dengan toko bunga yang ada di tempat itu.

Toko yang berciri khas warna ungu pada tiang-tiang tempat bunga2 berbagai macam rupa dan warna itu menghiasi sudut ataupun tempat itu, Ening mengajak kedua sepupunya untuk masuk ke dalam toko bunga itu, mereka memilih bunga yang cocok untuk menghias apartemen yang mereka tempati, saking asyiknya tampah sadar Ening menabak seseorang, hingga Ening pun terjatuh
“daijoubu?” saut orang yang di tabraknya mengulurkan tangan bermaksud memberi pertolongan   
 
Ening menerima uluran tangan orang itu dan membersihkan rok putih berenda yang dia pakai “arigato”  ujar Ening sambil membungkukkan badan

“it’s okey” saut orang itu, Ening seperti pernah merasa mendengar suaranya dan saat ia memandang wajah orang yang lebih tinggi di depannya seketika saja ia menutup mulutnya dan mencubit dirinya sendiri

“aauw, bukan mimpi… ini kenyataan dia ada di depan q” wajah Ning mulai memerah, sepertina cowo yang lebih tinggi dari pada Ening dan ke dua sepupunya itu bingung melihat wajah Ening yang tiba2 berubaha menjadi merah

“daijoubu??” cowo itu bertanya apakah ning baik2 saja

Ning mulai berusaha menenangkan hatinya ‘tenang tenang hayo tanya bener ga dia itu vokalis arisu, jangan malu Ning hayoo beranikan dirimu’ pikiran2 ning mulai menyemangati hatina “ehm.. you are Shou vocalist arisu, this right? *author yg ga jago bhs inggris jadi maaf  berabrtakan*

“yupz, i am Shou”

“KYAAAAAAAAA jadi bener2 shou, hajimemashite boku wa Ening desu” teriak Ning yang langsunga berhenti setelah yakin itu bener2 shou dan langsung menutup mulutnya, kedua sepupu Ning langsung menghapiri Ning karena teriakan ning tadi

“Ning kamu tidak apa-apakan?” tanya maki khawatir, you melihat cowok yang ada didepan ning terlihat agak panik karena teriakan tadi

“hey, apa yang kau lakukan dengan sepupuku, hingga ia seperti ini?” kesal you, yang paling ga suka liat anak cewe di ganggu* author di gampar pembaca karena narchis*

“dia ga ngelakuin apa2 you, masa you ga tau dy itu shou.” you yang sepertinya lupa akan wajah cowok tinggi bermata bulat itu. dan cowok itu bingung karena sebentar2 youren ngomong pake bhs jpg sebentar2 ake bhs asing*sejak kapan bhs indo jadi bhs alien*

“iya mirip sama shou” ujar maky yg sedikitnya mulai ngeh dech!!klo itu shou arisu

“sudah2 let’s go to come back home, jangan bikin you pusing donk lagi pula Maky sudah nemu bunganya” you narik tangan maky dan maky narik tangan Ening jadi main tarik2an dech*author gila*

“gomen” ujar Ening ” but, I happy. Nice to meet you, jyaa” ujar Ening 

“wait…” ening menghentikan langkahnya. bingung “nice to meet you too. sweet girl, this for you” shou memberikan satu buklet bunga lily putih ” i hope, kita bisa bertemu lagi” shou memberikan seyuman termanisnya yang blm pernah ia berikan setulus hatinya sedangkan Ning diam membeku dengan buklet bunga lily di tangannya, dan dengan terpaksa you dan maky menarik Ning untuk pergi dari tempat itu.   

setelah jalan beberapa kilo dari toko bunga itu tanpa sengaja maky di tabrak seseorang cowo bertubuh tinggi berkulit putih pucat hingga hampir terjatuh
“gomen ” saut cowo itu membungkukan badanya dan langsung pergi begitu saja, sempat sekilas mereka salang temu pandang

“mi, kayaknya tadi maky pernah liat tuch cowo dech!!, tp dimana yach?” ujar maky sambil garuk2 kepala

“hanya perasaan mu saja x, muka cowo n cewe disinikan hampir sama mana pipinya chubby2 trus ada yg kurus ada yg aneh, walaupun lebih banyak orang aneh di indonesia sich!! yang jelas banyakan orang ga warasnya” saut you masih tetep manggandeng tangan Ningn yang pikirannya emtah kemana

“mami gaboleh gitu”

“bukannya begitu, liat aja wajah2 mereka hampir sama bandingkan sama orang di negri kita ga ada yang sama kan, wah ada poster gazette” langsung mengalihkan pandangan ke poster  Gazette yang ada di mall ‘rambut ruki kok makin kayak macan tapi imut”  mulai kambuh klo liat yang imut2 n manis termasuk liat pipi yg kayak bakpau

“mami hayo pulang, jgn malu2in ah” narik you yg ngiler liat poster gurennya Gazette

DeJaVu Part 5 – 1

Title : DeJaVu (mimpi-mimpi yang mempertemukan takdir cinta)
Author : Yourenzi, Rafuma
Fandom :  Alice Nine
Pairings : Makino x Saga  , Ening x Shou, Yourenzi x Hiroto
Notes :  di bagi menjadi beberapa bagian n penambahan beberapa character termasuk author ikut masuk *di gampar fansub arisu* semakin aneh karena di bawah tekanan otak yg lagi sulit tidur  jadi sabar yach!!
Summary : Pertemuan yang tak terduga

Part 5

Normal View
Apartemen Makino – Japan

Ketiga gadis itu sampai di sebuah apartement mewah, dengan rasa lelah dari perjalanan yang panjang. mereka merebahkan diri di sofa yang empuk itu. beberapa pelayan yang memang sudah di sediakan oleh Ibu Maky. Ening beranjak dari sofa melangkahkan kakinya menuju balkon di bukanya pintu yang menutup itu, semilir angin menerpa rambut hitam lurusnya yang panjang, pemandangan yang ia lihat cukup menyejukan mata, taman dengan banyak bunga dan kolam dengan air mancur bertingkat.

Maky beranjak dari sofa matanya terlihat letih akibat perjalanan yang panjang tadi ia memasuki kamar yang sudah di siapakan oleh pelayan, lalu merebahkan tubuhnya ke tempat tidur yang terlihat empuk dan nyaman itu. sejak ia memandang langit-langit dan matanya mulai terpajam lelah.

sedangkan youren yang di tinggal ke dua orang sepupunya di ruangan tivi itu terlihat bt. ia pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar apartemen Maky, berjalan menuju taman dengan sebuah kaleng grendsen di tangan dan kantong celana yang terletak di samping pahanya.. lalu ia duduk di sebuah taman memasang earphone di kedua telinganya, membuka penutup kaleng minuman, meminumnya  matanya terpejam kepala bergoyang mengikuti alur musik, tiba2 youren merasa kakinya ada yang menginjak, ia membuka matanya. di hadapannya berdiri sosok pria berparas manis dengan nafas yang tidak teratur, wajahnya begitu pucat dengan keringat bercucuran dari keningnya.

“hey..” tegor youren kesel melepas salah satu earphone di telinganya

“ah!!” pria itu terkejut ketika you menegornya, ia terlihat panik seketika dan seketika itu sadar “ah maaf… bi…bhi…sah tho..long shem..bhunyi..khan shayah” ujar pria itu dengan nafas setengah ngegantung

“bisa tidak angkat kakimu dari kakiku” pria itu hanya terdiam tak mengrti  ” fuh.. intinya kau itu menginjak kaki ku tau” kesal you dengan bhs jepang yang cukup standar di kuasainya

” ah gomen, tapi bisa kah kau sembunyikan aku dari mereka2 yang mengejar diriku” melihat ke arah  kiri dan kanan, sedangkan youren menunjuk ke arah belakangnya yang terdapat pagar tanaman dan sedikit celah untuk masuk

“kurasa kau bisa sembunyi di situ”  menunjuk arah belakang, dan pria berparas manis itu langsung bersembunyi di sana. tiba2 segrombolan wanita datang ke arah youren, mereka bertanya tentang cowok yang bertubuh kecil itu

“apa kau melihat cowok manis, kecil lewat sini…” mereka menjelaskan ciri2 cowok yang mereka cari dan emang cowok yang mereka cari bersembunyi di belakang bangku taman yang di tutupi beberapa bunga dab tanaman yang menghias tempat dia duduk.
” hei… kau yang lagi duduk” saut salah satu dari mereka.

“kau liat Pon tidak? Hiroto … Hiropon?” salh satunya melambaikan telapak tangan di depan muka youren yang pura-pura tidak mendengar mereka, mereka yang kesel karena youren tak menjawab pertanyaan yang mereka ajukan pergi begitu saja.  youren hanya terseyum sinis sambil melirik mereka

“hey, kau yang di situ. mereka sudah pergi” ujar You memanggil cowok chibie itu

“arigato, atas pertolongannya” ujarnya membungkukan badan, “lain kali akan ku balas jasa mu” dengan wajah riang karena telah selamat dari kejaran segrombolan kucing yang mengincar ikan asin

“tidak perlu sudalah” you bangun dari tempat ia duduk dan mendekati cowo chibie itu yang bisa di ukur tingginya hampir menyamai cowo chibie itu “jyaaa ” ujar you meninggalkan tempat itu dan cowo chib ie itu yang masih sedikit terkejut dengan nada bicaranya.

cowo chibie hanya memandang you dari kejauhan yang berjalan memasuki gedung yang ada di depannya ‘sepertinya dy bukan bukan berasal dari sini, wajahnya beda dengan orang-orang jepang, warna kulitnya apa itu asli ato…??’ cowo chibie itu mengeleng2kan kepalanya “ah bukan..bukan, pokonya tidak boleh berfikir negatif” ujarnya berusaha menghapus pikirn yg tidak-tidak tadi ‘aku harus pergi dari sini klo tidak bisa gawat, bisa-bisa seperti tadi’ ujarnya dalam hati “aku cape berlari2 terus seperti ini” teriaknya

di dalam apartement Maky yang tertidur di kamarnya bermimpi hal yang sama dengan mimpi-mimpi sebelumnya* disingkat karena author cape ngetik* sedangkan Ening yang melihat pemandangan dari atas balkon menghampiri you yang baru saja masuk
“Youren” panggilnya

“hm..nani?”

“temani aku jalan-jalan keliling kota ini mau ga?” ajak Ening

“hm… boleh aja,  maky sekalian aja di ajak tapi, sepertina maky lagi tidur tuch. dy terlihat lelah dengan perjalanan panjang tadi. bagaimana klo besok saja. aku juga sudah lelah mana tadi ada mahluk yang mengganggu kenyamanan ku” saut you kesel cemberut ga jelas

“iya dech!!, Ning juga cape, mau tidur. kamar you yang mana yach?” tanya Ening

“itu yang pojok dekat beranda, abis ga ada yang mau di dekat situ, ya udah you aja dech!!” menjuk kamar yang di dekat pintu beranda

“berarti Ning yang di sebelah kiri sebelum dapur yach!!” berjalan menuju kamar ” oyasumi Youren”

“ya..ya..ya.. oyasumi” berjalan masuk kamar

Previous Older Entries

Top Rating