Tada Kimi Wo Aishiteru /ただ、君を愛してる (Heavenly Forest)

Tada Kimi Wo Aishiteru (ただ、君を愛してる) AKA Heavenly Forest AKA Just, Loving You AKA Loving You, Just so.

Summary :

Menceritakan kisah dua orang mahasiswa yang mempunyai masalah rendah diri. Makoto Segawa (Tamaki Hiroshi) adalah seorang anak yang pemalu dan menutup diri pada orang-orang disekitarnya satu hal walaupun wajahnya ganteng ternyata Makoto punya penyakit kudisan ini mempunyai hobi photograpy. Sedangkan Shizuru Satonaka (Aoi Miyazaki) adalah sosok gadis manis yang memiliki penyakit langkah yang tubuhnya dan dandannya terlihat seperti anak kecil. Dimana pada akhirnya kedekatan mereka berdua menjalin persahabatan.

Di rumah makoto

Tanpa sepengetahuan Makoto ternyata Chizuru menyukai dirinya, dan minta diajarkan Photografy. Makoto pun mengajak Chizuru kesebuah hutan rahasia. Hutan yang di larang siapapun untuk masuk kedalamnya, walaupun begitu mereka tetap saja nekat masuk kedalam karena hasrat mereka (bukan hasrat pemuda masa kini loh!) akan sebuah keindahan alam yang diberikan oleh sebuah hutan terlarang. Tempat ini pula lah yang menjadi tempat mereka mengambil hal-hal indah, dan banyak memory yang tersimpan.

Pertemuan pertama Makoto dengan Chizuru

sampai pada akhirnya Chizuru tahu kalau Makoto menyukai teman satu kampusnya  Miyuki Toyama (Meisha Kuroki). Gadis cantik yang banyak teman. Chizuru bukan memusuhi malah berusaha untuk mengajak berteman dan mendukung Makoto untuk bisa dekat dengan Miyuki. Walaupun begitu Chizuru pernah berujar bahwa dia akan berusaha berubah menjadi wanita cantik dan dewasa untuk orang yang ia cintai. Dan begonya Makoto, ia tidak tahu hal yang dikatakan itu untuk dirinya.

Hingga suatu hari, Chizuru meminta Makoto menciumnya sebagai hadiah ulang tahun  dan ingin mengabadikannya kedalam photo untuk di ikut sertakan pada sebuah kontes. Makoto pun memenuhi permintaan Chizuru untuk menciumnya dimana setingnya adalah hutan terlarang. Dimana manjadi hari terakhir mereka bertemu dan bertatap muka

Dua tahun kemudian Makoto mendapatkan sebuah surat dari Chizuru, bahwa ia mengadakan pameran dan menginginkan Makoto datang untuk melihat dan bertemu dirinya. Tapi pada kenyataannya yang ia temui adalah Miyuki teman satu universitasnya dulu dan menjadi teman satu apartemen Chizuru. Dari Miyukilah  Makoto tahu bahwa Chizuru sudah kembali ke jepang dan meninggal disana karena penyakit langkah yang menggerogoti tubuhnya.

Makoto di Galery Chizuru

Chizuru

Di sebuah galery pameran inilah Makoto banyak melihat photo diri Chizuru yang semakin hari semakin berubah dimana salah satunya ada photo Chizuru mengenakan gaun hitam (kalau tidak salah) dengan rambut panjang dan wajah dewasa serta cantik. Disaat itu pula Makoto menangkap photo yang dua tahun lalu ia mencium Chizuru disebuah hutan terlarang yang telah di abadikan. Air  mata Makoto pun menetes.

Cast:

Aoi Miyazaki – Shizuru Satonaka
Hiroshi Tamaki – Makoto Segawa
Meisa Kuroki – Miyuki Toyama
Misa Uehara – Saki Inoue
Munetaka Aoki – Ryo Shirohama
Keisuke Koide – Kyohei Sekiguchi
Asae Oonishi – Yuka Yaguchi

Note :

  • ‘Tada, Kimi wo Aishiteru’ is based on Takuji Ichikawa’s film novelization/homage of the 2003 film, ‘Renai shashin’, which in turn is based on Kaoru Ogawa’s original screenplay.
  • 2001 – original screenplay: ‘Renai Shashin: Collage of Our Lives’ (Picture of Love: Collage of our Lives) by Kaoru Ogawa
  • 2003 – Film: ‘Renai Shashin’ – based on Ogawa’s original screenplay
  • 2003 – Novelization: ‘Renai Shashin: Mouhitotsu no monogatari’ (Picture of Love: The Other Story) by Takuji Ichikawa – based on Ogawa’s original screenplay
  • 2006 – Film: ‘Tada, Kimi wo Aishiteru’ – based on Ichikawa’s novelization

Sumber :

Crunchyroll
Wikipedia

Note by me :

Sebenarnya film lama yang ga akan bosan ditonton. Karena disini gw bisa lihat tampang Tamaki Hiroshi masih muda . Masih kisaran 26 tahun dan masih berisi saudara-saudara . Wajah tampan polosnya dipadukan dengan wajah kekanakan Aoi Miyazaki, terlihat cocok sekali. Bagaikan laki-laki pemalu dan polos dengan seorang gadis yang memiliki penyakit lain namun menyembunyikan apa yang ada dihatinya.

Film ini sukses buat gw nguras air mata, saking sedihnya. Tema film yang beceritakan romance, friendship, angst, apa lagi ya bingung. Tidak ada adengan permusuhan seperti kebanyakan adegan film-film lannya yang berebut cowok atau sisi jahat dari seseorang. Disini hanyalah berisikan bagaimana cinta yang baru kita sadari belakangan itu menyakitkan jiwaa, cerita yang seperti bagaimana seseorang yang mencintai seseorang ingin melihat orang yang ia cintai bahagia dengan mendukung dan memberi semangat orang tersebut bukan seperti kebanyakan cerita di indonesia yang You-know-lah.

Yang jelas film ini isinya orang jepang semua mana manis-manis dan tampan-tampan terutama Tamaki yang masih muda. Walaupun Sekarang sudah berumur 30 tahun tetap saja tampan. Jadi kalau mau nonton film ini bersiap-siaplah sedia tisu.

Satu lagi ada adengan lucu dimana Tamaki pakai baju Toxedo dan pas penyakitnya kambuh, dimana ia lupa atau emang sengaja ga bawa salep dan saat merogoh udah ada salep di kantungnya.

Lupa juepisodemlah episodenya kalau tidak salah 12.

Iklan

Song Of Loneliness

Disclaimer: Ryoukubita punya Ndhez, dan gw hanya punya Tsukasa berserta Familinya. NPC : KouJo Takafumi (24) kakak laki-lakinya Tsukasa dan Arishima (18) yang jadi korban. Ini pertama kalinya bikin song fiction jadi klo ancur maaf-maaf saja.

Timeline: 1 Tahun sebelum masuk Ryokubita.

Nb : sekedar informasi ini fanfic idenya keluar waktu denger lagu ini dan Hameln ~ Koisuru Marionnette ~ sebenarnya ada satu lagi cuma saya lupa linknya.

 


 

Song Of Loneliness

Aku menyandarkan tubuhku pada dinding putih dingin. Mengadahkan kepala mentap langit-langit yang membisu. Mataku terpejam sesekali. Merekam setiap senyuman dalam ingatan-ku. Menyimpan di dalam hati yang paling terdalam dan menguncinya di sudut paling terdalam.

Menangis dalam sepi. Bahkan setiap malam ketika kenangan itu terlintas, seketika air mata itu turun membasahi wajah. Rasa sakit yang menusuk hingga menyesakan dada. Mencekik leher yang hampir menghentikan aliran pernafasan yang mengalir keseluruh tubuh.

AKu terduduk lemas, semakin lemas ketika desingan peluru itu berbunyi. Menyanyikan alunan kematian yang hanya bisa di perdengarkan. Setiap alunan nyanyian kematian berdesing, semakin sebagian diri ini terasa sakit. Sakit yang tak tertahankan, seolah-olah ada yang mencabut sebagian jiwa yang berada di dalam dirimu dengan paksa.

Ingin rasanya aku berlari. Berlari menghentikan suara alunan kematian yang menyakitkan hati. Berlari menembus kerumunan dihadapanku. Tapi yang terjadi aku tertahan disini. Mereka menahanku. Menghalangiku.

Sakit. tidak-kah mereka dapat merasakannya? merasakan kesakitan ketika lagu alunan kematian itu dimainkan?

Air mata ini terus mengalir, tubuh yang hampir lemas tak berdaya seiring alunan kematian itu menghilang. Dan aku berlari menembus sosok mereka yang memegangiku sedari tadi. tangan yang bergemtar memberanikan membuka batas yang menjadi penghalang. Mendorong paksa walau aku tahu tidak ada yang menghalangi.

Yang terjadi adalah…

Aku hanya terdiam membisu. Menatap tubuh bersimbah darah. seketika saja. Cairan bening transaparan itu mengalir dari sudut mataku. langkah kakiku berlahan maju. Seiring dengan rasa sesak di dada. menatap sosok pria yang terbaring tak bernyawa dengan peralatan penyambung hidup masih terpasang di tangan kanannya. Senyuman yang terbingkai di wajah.

Tak ada kata-kata yang ngeluar dari bibirku, bahkan suara pun sulit untuk di keluarkan. Semakin diriku melangkah mendekat kearahnya, semakin lemah pertahananku. Semakin sesak dada ini.

Dan hingga satu langkah lagi aku ingin menyentuhnya, membelai wajahnya untuk terakhir kalinya. Dia menarik tubuhku menjauh. menjauh dari sosok orang itu. seberapa usaha aku melawan,dia lebih kuat dari diriku. seberapa banyak air mata ini tumpah tak terhingga dan seberapa banyak aku berteriak meminta untuk di lepaskan. semuanya percuma dia tidak akan melepaskan diriku untuk menyentuh orang itu.

Sakit, sakit dan rasa sakit yang hanya bisa kurasakan.

Esok atau lusa ataupun tahun-tahun selanjutnya aku tidak akan pernah bisa melihat wajah yang selalu terkembang senyum, sosok yang memandangku apa adanya diriku. Suaranya yang lembut tak bisa ku dengar lagi. sosoknya tidak bisa-ku lihat lagi, bahkan tangan ini tidak bisa menyentuhnya lagi.

Yang bisa aku kenang hanya bayangan dalam memori yang mungkin suatu saat akan terlupa, dan aku takut jika harus atau tiba-tiba melupakannya.

Dan yang bisa aku lakukan hanya bisa mengenangnya. Menyimpan kenangan yang sebisa mungkin tidak ingin aku lupakan. Dan seandainya aku bertemu lagi di kehidupan yang akan datang? akankah tetap saling mengenal atau tidak sama sekali? Apakah akan tetap berakhir seperti ini berakhir dengan air mata dan hanya diriku saja yang merasakan kesakitan? Dan aku berakhir dalam kesendirian, berakhir dalam sangkar perak yang mengukuk kebebasan dari kebebasan yang hampir aku capai.

Alone. And I am Alonely again.

 

=OWARI=

Top Rating