Song Of Loneliness

Disclaimer: Ryoukubita punya Ndhez, dan gw hanya punya Tsukasa berserta Familinya. NPC : KouJo Takafumi (24) kakak laki-lakinya Tsukasa dan Arishima (18) yang jadi korban. Ini pertama kalinya bikin song fiction jadi klo ancur maaf-maaf saja.

Timeline: 1 Tahun sebelum masuk Ryokubita.

Nb : sekedar informasi ini fanfic idenya keluar waktu denger lagu ini dan Hameln ~ Koisuru Marionnette ~ sebenarnya ada satu lagi cuma saya lupa linknya.

 


 

Song Of Loneliness

Aku menyandarkan tubuhku pada dinding putih dingin. Mengadahkan kepala mentap langit-langit yang membisu. Mataku terpejam sesekali. Merekam setiap senyuman dalam ingatan-ku. Menyimpan di dalam hati yang paling terdalam dan menguncinya di sudut paling terdalam.

Menangis dalam sepi. Bahkan setiap malam ketika kenangan itu terlintas, seketika air mata itu turun membasahi wajah. Rasa sakit yang menusuk hingga menyesakan dada. Mencekik leher yang hampir menghentikan aliran pernafasan yang mengalir keseluruh tubuh.

AKu terduduk lemas, semakin lemas ketika desingan peluru itu berbunyi. Menyanyikan alunan kematian yang hanya bisa di perdengarkan. Setiap alunan nyanyian kematian berdesing, semakin sebagian diri ini terasa sakit. Sakit yang tak tertahankan, seolah-olah ada yang mencabut sebagian jiwa yang berada di dalam dirimu dengan paksa.

Ingin rasanya aku berlari. Berlari menghentikan suara alunan kematian yang menyakitkan hati. Berlari menembus kerumunan dihadapanku. Tapi yang terjadi aku tertahan disini. Mereka menahanku. Menghalangiku.

Sakit. tidak-kah mereka dapat merasakannya? merasakan kesakitan ketika lagu alunan kematian itu dimainkan?

Air mata ini terus mengalir, tubuh yang hampir lemas tak berdaya seiring alunan kematian itu menghilang. Dan aku berlari menembus sosok mereka yang memegangiku sedari tadi. tangan yang bergemtar memberanikan membuka batas yang menjadi penghalang. Mendorong paksa walau aku tahu tidak ada yang menghalangi.

Yang terjadi adalah…

Aku hanya terdiam membisu. Menatap tubuh bersimbah darah. seketika saja. Cairan bening transaparan itu mengalir dari sudut mataku. langkah kakiku berlahan maju. Seiring dengan rasa sesak di dada. menatap sosok pria yang terbaring tak bernyawa dengan peralatan penyambung hidup masih terpasang di tangan kanannya. Senyuman yang terbingkai di wajah.

Tak ada kata-kata yang ngeluar dari bibirku, bahkan suara pun sulit untuk di keluarkan. Semakin diriku melangkah mendekat kearahnya, semakin lemah pertahananku. Semakin sesak dada ini.

Dan hingga satu langkah lagi aku ingin menyentuhnya, membelai wajahnya untuk terakhir kalinya. Dia menarik tubuhku menjauh. menjauh dari sosok orang itu. seberapa usaha aku melawan,dia lebih kuat dari diriku. seberapa banyak air mata ini tumpah tak terhingga dan seberapa banyak aku berteriak meminta untuk di lepaskan. semuanya percuma dia tidak akan melepaskan diriku untuk menyentuh orang itu.

Sakit, sakit dan rasa sakit yang hanya bisa kurasakan.

Esok atau lusa ataupun tahun-tahun selanjutnya aku tidak akan pernah bisa melihat wajah yang selalu terkembang senyum, sosok yang memandangku apa adanya diriku. Suaranya yang lembut tak bisa ku dengar lagi. sosoknya tidak bisa-ku lihat lagi, bahkan tangan ini tidak bisa menyentuhnya lagi.

Yang bisa aku kenang hanya bayangan dalam memori yang mungkin suatu saat akan terlupa, dan aku takut jika harus atau tiba-tiba melupakannya.

Dan yang bisa aku lakukan hanya bisa mengenangnya. Menyimpan kenangan yang sebisa mungkin tidak ingin aku lupakan. Dan seandainya aku bertemu lagi di kehidupan yang akan datang? akankah tetap saling mengenal atau tidak sama sekali? Apakah akan tetap berakhir seperti ini berakhir dengan air mata dan hanya diriku saja yang merasakan kesakitan? Dan aku berakhir dalam kesendirian, berakhir dalam sangkar perak yang mengukuk kebebasan dari kebebasan yang hampir aku capai.

Alone. And I am Alonely again.

 

=OWARI=

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: