Sleeping Beauty Vers.

Di setiap dongeng-dongeng tentang putri dan pangeran selalu berakhir bahagia, seperti cinderllela, beauty n beast, snow white, dan lain-lainya. Salah satunya Sleeping Beauty tapi bukan jaman kerajaan melainkan masa sekarang, dan bagaimana kalo ceritanya di balik bukan seorang putri melainkan seorang pangeran.

.:: PRETTY BOY ::.

“saat terjaga nanti, apakah tubuhku akan bertambah tinggi”

“saat terjaga nanti, apakah wajahku akan berubah”

“berbeda dari diri ku sebelumnya?”

“hey lihat dia ketiduran tuch!!”

“bagaimana kalo kita kerjaiin””boleh” seru salah satunya

mereka terlihat sibuk mengerjain temannya yang sedang tertidur di kelas entah apa yang mereka pikirkan dengan beberapa tangkai mawar di tangan mereka

“eng……heh?”

“wah!!.. manisnya!!” seru seorang anak sambil memegang setangkai mawar

“cara ritual membangunkan Oishi Harumi” ujar mereka tertawa

“eh? APA-APAAN NICH!!?” melepaskan bunga yg menempel di kepalanya

“istirahat siang selesai, putri Harumi” ujar temannya menggoda dengan suara di manis-maniskan

“JANGAN PANGGIL AKU PUTRI” ujar Harumi kesal yang setiap saat selalu di panggil putri

“Harumi mau kemana?, sebentar lagi guru datang”ujar temannya mencegah agar harumi tak bolos pelajaran

“mau keluar!! aku mau cari udara segar” ujar harumi yang langsung meninggalkan kelas.

Bugh!!!! seketika itu Harumi menabrak seseorang di hadapannya dan harumi melihat ke arah orang yang tak sengaja di tabraknya itu baik-baik saja atau tidak

“ah maaf, apa kau baik-baik sa.. ja..!!” mendongakan wajah keatas, dan ternyata yang di tabraknya itu seorang guru

“kamu ini Mau kemana Oishi” ujar guru itu, yang masih berdiri didepan pintu kelas

“mau ke kamar mandi Tsukasa sensei” ujarnya

“kamu ini jangan banyak alasan cepat duduk di tempatmu” menunjuk kearah tempat duduk Harumi

“tidak” ujar Harumi melangkah keluar begitu saja,

Tapi sebelum sempat Harumi melangkahkan kakinya ke keluar kelas, dan tiba-tiba ia merasa ada yang menarik kerah bajunya, saat melihat ke belakang siapa yang menarik bajunya, ternyata guru yang menyuruhnya duduk di bangkunya

“lepaskan, aku ga bisa nafas nich!!” ujar Harumi yg masih memegang kerah bajunya agar bisa bernafas

Guru itu hanya diam dan tetap berjalan menuju bangku Harumi sambil menark kerah baju Harumi, setelah sampai ia memaksa Harumi duduk

“ini waktunya untuk belajar, bukan waktunya bermalas-malasan, Ingat jika kamu berani bolos di pelajaran ku, kamu akan dapat hukuman dari ku, Pretty Boy” ujar guru itu memegang dagu dan mendekatkan wajahnya ke Harumi.

“Ba… baik, tsukasa sensei” wajah Harumi memerah seketika itu,

“bagus klo begitu,” ujarnya sambil menepuk-nepuk kepala Harumi

Guru itu pun kembali kedepan kelas, dan membuka halaman yang akan di pelajari

“kita mulai pelajaran kita sekarang, buka halamam 167, aku minta kalian membaca dan merangkunnya sebelum bel istirahat berbunyi harus di kumpulkan mengerti”

“iya sensei” ujar mereka serempak

Jam istirahat berbunyi, ketua di kelas itu mengumpulkan catatan yang mereka buat tadi, sebagian dari mereka pergi ke kantin sekolah, sedangkan Harumi bengong ga jelas

“hoy Harumi!!, Ha..rumi… kamu ini tidur lagi yach?”ujar teman sebangkunya

Harumi hanya menoleh sebentar ke arah temannya dan kembali menopang dagu

“atau jangan-jangan kamu tidur lagi yach” goda temannya itu

“enak aja, siapa yang tidur, aku Cuma kesel aja sama sich penyihir itu”

“dia, maksudmu Tsukasa sensei?”

“iya siapa lagi emangnya siapa lagi, yang berani menyentuh wajah muridnya” ujar harumi kesal

“ooh aku tau sekarang, kamu kesal karena tadi dia menarik kerahmu dan menyentuh wajahmu kan” segol temannya

“sudah diam jangan diingat-ingat lagi bikin kesal saja”

“dasar Putri Harumi” ujar temannya yang terseyum ngeliat tingkah laku Harumi, sambil ngeloyor keluar

“sudahku bilang jangan panggil Aku Putri” ujar harumi menggembungkan pipinya, dan langsung mengejar temannya itu

Mereka berlarian sepanjang koridor sekolah, tak peduli walaupun anak-anak satu sekolah atau guru melihat mereka berlarian, saat Harumi melewati sekumpulan anak perempuan di antara mereka ada yang saling berbisik atau pun memerah wajahnya.

Sejenak Harumi berhenti sejenak untuk, mengambil nafas keringat pun membasi wajahnya, ia pun menyeka keringat di sekitar wajahnya dan melanjutkan mengejar temannya itu.

“awas kau yach, berani-beraninya mengataiku putri” teriaknya sambil mengejar temannya, tangannya berusaha menggapai temannya itu.

Sampai pada akhirnya, mereka berdua terjatuh bersama-sama di halaman belakang sekolah, dan tertawa bersama, tiba-tiba saja terdengar suara yang mereka kenal dari arah belakang mereka berdua.

“Oishi Harumi, Hojo Kanata!!!, sedang apa kalian berdua disini? ” ujar suara orang di belakang mereka

“Tsukasa Sen..sei” ujar mereka kompak dengan seyum di paksakan

Tsukasa sensei berjalan mendekat kearah mereka berdua, menunduk tubuhnya agar sejajar dengan mereka, dan memandang mereka berdua dengan lekat, sorot mata Tsukasa sensei membuat wajah mereka berdua memerah

“Anak baik!! Cepat masuk ke kelas kalian” terseyum sambil menepuk-nepuk kepala muridnya

“Ba..Baik Tsukasa Sensei” ujar mereka kompak

Tsukasa Sensei hanya memandang mereka yang berlari menuju kelas sambil terseyum mengeleng-geleng, sesekali menyibak rambut panjangnya yang turun menutupi wajahnya.

“sial padahal niatnya pengin bolos malah kepergok sama penyihir itu”

“ kamu kayaknya ga suka banget sama Tsukasa sensei, padahal dia kan juga ada baiknya”

“tentu saja, dia lebih menakukan dari Hazuki Sensei”

“aku pernah loh merasakan kebaikannya, Tsukasa sensei ga seburuk yang kamu kira kok”

“sudah aku ga mau membahas lagi”

“Namaku yang nggak seperti laki-laki”
“Tubuhku dan wajah yang seperti perempuan”
”kulitku yang putih “
“bola mata berwarna biru yang tidak seperti anak-anak kebanyakan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: