Marionette

MARIONETTE

(WANITA YANG MENCINTAI BONEKA MANUSIA)


= Street in Apartemen =

Malam semakin larut, ia mempercepat langkah kakinya menyelusuri jalan-jalan kecil itu, agar dia bisa sampai ke rumah menghangatkan seluruh tubuhnya yang menggigil. Udara malam semakin dingin membuat hembusan nafasnya terlihat ia pun semakin mempercepat langkahnya. Di bayanganya sudah terbanyang segelas coklat hangat dengan sebuah penghangat didekatnya.

Brugh!!

Ia terjatuh, seperti tersandung sesuatu saat melewati tempat pembuangan sampah2 warga tempat disitu, di saat itu pula ia melihat sebuah tangan yang terbalut oleh kain perban yang membuatnya tersandung. Ia berjalan ke arah yang membuatnya tersandung, dan dari tumpukan sampah itu terlihat sebuah tangan terbalut perban, membuat ia tersentak kaget. Dalam batinnya ‘jangan-jangan mayat korban pembunuhan?’ tapi segera di tepisnya, ia tidak mau memikirkan yang belum pasti apakah itu benar ato tidak.

Dengan perlahan ia memberanikan diri mendekati tumpukan sampah itu, dan seperti seekor kucing yang sedang mencari makan, ia mengacak-acak tumpukan sampah yang menutupi sebagaian tangan terbalut yang membuatnya tersandung tadi, dan akhirnya ia menemukan sebuah kotak besar tempat tangan itu berasal terjatuh miring, segera saja ia membuka kotak itu dan — alangkah terkejutanya saat apa yang dia lihat dalam kotak itu.

Sosok pria dengan baju gotik berwarna putih kusam sebagian wajahnya dan bagian tubuhnya yang lain tertutup oleh perban yang sudah kusam serta terdapat tanda merah semerah darah pada tangan serta kedua lututnya. Ia memberanikan diri memeriksa deyut nadi di tangan itu… tapi tak ada deyut nadi maupun suara detak jantung. Tubuh pria itu begitu dingin, bahkan tak ada rasa hangat yang menjalar bahkan denyut nadi pun tak ada. Terbesit dalam pikirannya ‘jangan-jangan mayat?’ ia menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran itu, wajahnya terlihat begitu panic dengan segera ia melihat ke arah kiri dan kanan, memastikan tak ada orang di sekitar tempat itu ataupun yang melintas.

“lebih baik aku bawa saja, dari pada nanti di tuduh membunuh bisa gawat” ia memasukan pria itu dalam kotak tadi menutup dan mengikat kotak itu dengan tali yang ia dapatkan dari tempat sampah itu, dan entah kenapa ia merasa kotak itu begitu ringan, ia merasa seperti sedang membawa kotak besar berisi boneka manekin saja. Beruntung bagianya tempat ia tinggal tak begitu jauh 2 blok dari tempat ia menemukan Pria itu.

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. hotaru miyawaki
    Nov 04, 2008 @ 14:28:10

    masi ada Lanjutanna nih ? ‘ia’ disini tu sapa you ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: