Mendapat Surat dari Hogwarts

Pagi itu langit tampak begitu cerah, aroma sisa embun pagi masih terasa seperti biasanya hobi Reid yang bisa di bilang cukup aneh bagi keluarganya adalah nongkrong di atas atap berjam-jam lamanya. Reid tidak memperdulikan apapun perkataan kedua orang tuanya ataupun keluarganya yang lain, baginya duduk di atas atap rumah adalah sesuatu hal yang paling menyenangkan daripada harus menjadi boneka mainan ibunya, menurutnya duduk di atas atap sambil mengabadikan gambar-gambar wajah langit atau hanya memandangnya saja ataupun berdiam diri selama berjam-jam bak kucing menunggu majikan atau temannya datang bukanlah hal yang aneh , menurutnya hobby ibunya lah yang lebih aneh bisa di bilang sangat-sangat aneh bagi dirinya tampak menyenangkan bagi ibunya, dan selalu saja ia menjadi victim dari hobi sang ibu yaitu menjadi boneka porselin atau boneka prancis yang mahal dari pada adiknya sendiri.

Reid melanjutkan membaca sebuah buku, sesekali tangannya menyingkirkan beberapa rambut pirang kecoklatannya yang panjang tertiup angin menutupi matanya, tanpa terasa matahari sudah tepat berada ditengah-tengah, Reid menghapus butir-butir keringat yang menetes, seklebat banyangan mengahalanginya membaca buku yang di pegangnya lalu ia mengalihkan pandangannya ke atas, tampak seekor burung hantu berwarna putih keabu-abuan  berputar-putar di atasnya sambil membawa benada di kakinya bukankah burung hantu itu tidur di siang hari? dan mencari makan di malam hari Reidtidak mengerti kenapa ada burung hantu pada siang hari, tiba -tiba saja benda yang di bawa burung hantu di jatuhkan tepat di pangkuan Reid, dan burung hantu itu pergi begitu saja. “Apa ini?” memegang benda yang di jatuhkan burung hantu itu tadi  “tampaknya sebuah surat” Reid membolak balik isi surat tersebut “kertas yang bagus” membuka surat yang berada di tangannya dan mulai membacanya.

SEKOLAH SIHIR HOGWARTS

Kepala sekolah: Albus Dumbledore
(Order of Merlin, Kelas Pertama, Penyihir Hebat, Kepala Penyihir, Konfederasi Sihir Internasional)

Mr. Guavitten yang baik,

Dengan gembira kami mengabarkan bahwa kami menyediakan tempat untuk Anda di Sekolah Sihir Hogwarts. Terlampir daftar semua buku dan peralatan yang dibutuhkan. Tahun ajaran baru mulai 1 September.
Hormat saya, Minerva McGonagall Wakil Kepala Sekolah

SEKOLAH SIHIR HOGWARTS

Seragam
Siswa kelas satu memerlikan:
1. Tiga setel jubah kerja sederhana (hitam)
2. Satu topi kerucut (hitam) untuk dipakai setiap hari
3. Sepasang sarung tangan pelindung (dari kulit naga atau sejenisnya)
4. Satu mantel musim dingin (hitam, kancing perak)
Tolong diperhatikan bahwa semua pakaian siswa harus ada label namanya.

Buku
Semua siswa harus memiliki buku-buku berikut:
Kitab Mantra Standar (Tingkat 1) oleh Miranda Goshawk
Sejarah Sihir oleh Bathilda Bagshot
Teori Ilmu Gaib oleh Adalbert Waffling
Pengantar Transfigurasi Bagi Pemula oleh Emeric Switch
Seribu Satu Tanaman Obat dan Jamur Gaib oleh Phyllida Spore
Cairan dan Ramuan Ajaib oleh Arsenius Jigger
Hewan-hewan Fantastis dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan oleh Newt Scamander
Kekuatan Gelap: Penuntun Perlindungan Diri oleh Quentin Trimble

Peralatan lain
1 tongkat sihir
1 kuali (bahan campuran timah putih-timah hitam, ukuran standar 2)
1 set tabung kaca atau kristal
1 teleskop
1 set timbangan kuningan

Siswa diizinkan membawa burung hantu ATAU kucing ATAU kodok

ORANGTUA DIINGATKAN BAHWA SISWA KELAS SATU BELUM BOLEH MEMILIKI SAPU SENDIRI

“HOGWARTS?? sapu terbang? Ramuan” dahinya berkerut membaca isi surat tersebut dan mengingat cerita fantasi yang pernah ia baca cinderlla, snow white, Aladin tapi mana mungkin memangnya sekarang tahun berapa? ia mengelengkan kepalanya “jangan-jangan ini surat untuk ayah” Reid segera turun dari atas atap masuk melalui jendela kamarnya  menuju tempat sang kepala keluarga Guavitten

Reid memberitahu ayahnya , bahwa ia menemukan lebih tepatnya mendapatkan surat aneh itu, ayahnya membaca surat dari Reid wajahnya terlihat tampak senang dan mengatakan bahwa ia telah mendaftarkan dirinya masuk sekolah tersebut serta menjelaskan bahwa dirinya mengalir darah seorang penyihir tepatnya halfblood darah campuran  seperti ibunya sedangkan adiknya pureblood yaitu berdarah murni.

Reid memandang langit malam dari kamarnya duduk di dekat jendela kamarnya yang terbuka, Reid memandang rumah-rumah yang berhias lampu di malam hari, Rumah yang letak sedikit di atas bukit tepatnya rumah nenek Reid yang orang jepang asli, sebuah bangunan tradisional yang di padukan dengan bangunan barat luas hampir menyamain istana kekaisaran jepang sebenarnya setenganya dari istana kekaisaran jepang.

Reid kembali teringat kata-kata ayahnya “père dan mère menginginkan dirimu masuk ke salah satu dari 2 asrama yaitu Gryffindor atau slytherin” tentu saja karena orang tuanya berasal dari asrama tersebut. “HUh!!…kenapa orang tua selalu memaksakan kehendaknya kepada anaknya?” mulutnya di monyongkan kayak ikan kekurangan oksigen “UGH!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MENYEBALKAN!!!” bersungut tiba-tiba Reid terseyum “Akhirnya aku bebas dari kekejaman mère YATTA!!!” ia berdiri saking senangnya.

DUK!!

“auch!!” kepalanya terbentur, mengusap-usap kepanya ia baru sadar kalau sedang duduk di jendela “tapi sebelum itu aku harus memotong rambut ini, gara-gara ini rambut semuanya mengira diriku seorang anak perempuan” Reid mengambil pedang pendeknya dari laci meja belajarnya pemberian kakeknya.

SREET SREET!!

Rambut panjang kecoklatan itu ada di genggaman tangan kirinya, berlahan ia membuka jari jemarinya membiarkan helaian rambut-rambut itu berterbangan begitu saja “hogwarts!” Reid terseyum tipis “sepertinya akan menemukan hal-hal yang menarik, tapi seprtinya aku lupa satu hal” Reid turun dari tempat ia dudukdan mendekati salah satu lemari dengan ukiran bunga sakura pada pingirannya, membuka lemari yang berisikan baju-baju anak wanita diambilnya kotak besar dan di keluarkan baju-baju indah itu yang menurutnya baju-baju aneh yang tidak pantas di pakai seorang anak laki-laki seperti dirinya, setelah ia memasukan baju-baju itu Reid membawa kotak itu kedalm gudang dengan mengeretnya “Selamat tinggal baju-baju bodoh, selamat tinggal boneka porselin, selamat tinggal masa-masa suram” menutup pintu gudang BRAK!! “Hogwart apakah sama dengan dunia di sini atau akan banyak sesuatu hal yang berbeda?” pikirnya “sepertinya mengasikkan” bersandar di pintu gudang

NB : père : ayah

mère : Ibu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: