DeJaVu Part 5 – 3

Shibuya Park

taman yang banyak di kunjungi banyak orang termasuk yang  lagi pacaran ataupun hanya sekedar mengahabiskan waktu luang untuk sendiri, keramain di taman itu berlahan – lahan menghilang seiring waktu yang mulai menjelang sore. Sosok pria bertubuh tinggi dengan rambut pirang di cat seperti anak-anak jaman sekarang, ia duduk di salah satu bangku taman itu, entah apa yang dia lakukan di tempat itu.

di sisi lain seorang gadis berjalan sendiri menuju taman dengan melamun entah apa yang ada di pikirannya saat itu, saat ia sadar ia sudah berada di tengah-tengah taman itu, ia berputar-putar taman itu untuk mencari jalan keluar tapi apa daya karena penerangan yang kurang dan malam yang membuat taman itu gelap tanpa penerangan yang cukup membuat gadis itu tersesat di taman itu.

” coba tadi aku ga jalan sendiri pasti ga seperti ini” isaknya kebingungan  melihat kanan dan kiri “mana gelap lagi!!” air mata mulai keluar dari sudut matanya ia terduduk memeluk kedua kakinya sambil menangis memanggil nama kedua sepupunya atau pun sapa saja.
 
cowo yang duduk di bangku taman itu mendengar isak tangis gadis itu, dengan wajah penasaran dan rasa takut yang ada ia berjalan mendekati asal suara tangisan itu dan menemukan sosok gadis yang sedang menangis membelakangi perasaan takutnya semakin menjadi tapi rasa penasaran yang sangat besar melibihi rasa takutnya itu ia memberanikan diri menyapa gadis itu.

“kau tidak apa-apa?”  Gadis di hadapannya berbalik dan menatapnya dengan mata berwarna Onyx yang di hiasi butiran-butiran air mata. cowo itu pun ikut duduk di samping gadis itu dan menanyakan hal yang sama lagi “kau tidak apa-apa?”

“iya… a..aku.. ti..tidak… a..apa..apa..” masih menangis dan kaget melihat ada seseorang yang tiba-tiba  menyapanya dan duduk di sebelah

“lalu kenapa kamu menangis..?” cowo itu menatap gadis itu dan menghapus air mata gadis yang duduk di sebelahnya dengan gently

“aku…. Aku.. tidak tau ini dimana… aku..sudah menulusuri daerah ini tapi aku tidak tau ke arah mana tadi aku datang” ucap gadis itu terisak-isak menahan tangis sambil menghapus air matanya, dan pada saat itu entah sinar lampu taman atau bias cahaya bulan gadis itu melihat cowo yang duduk di sampingnya sedikit terbius oleh sosok itu

“jadi kamu tersesat, dan tidak tau jalan pulang?” cowo itu menelengkan kepalanya”kamu orang baru di sini yach?” tanya lagi, dan gadis itu hanya menggangkuk malu karena matanya yang sembab “sepertinya aku sudah pernah mengalami hal ini, taman ini, suasan ini, warna langit malam ini, semuanya, tapi dimana yach?” menceritakan hal ini kepada gadis yang di sebelahnya, gadis itu menatap cowo yang ada di sapingnya

“mungkin itu hanya firasat mu saja” saut gadis itu

“ah mungkin saja yach” ia tertawa garing “tapi aku merasa pernah mengalami hal ini, bertemu denganmu yang sedang menangis tersedu-sedu di taman ini atau ini hanya mimpi saja” ia melirik gadis itu dan di alihkannya lagi pandangannya ke arah lain, entah karena sinar lampu taman yang menerangi atau bias cahaya bulan yang ada membuat ia melihat betapa cantiknya gadis yang tak ia kenal di sebelahnya itu.

“kata temannq itu namanya dejavu, suatu peristiwa yang pernah kita alami, entah diri kita di dunia pararel sana atau sebuah kejadia di masa lalu yang terjadi lagi sama kita atau hanya sebuah kejadian di bawah alam sadar yang bisa juga di sebut mimpi, entalah aku tak pernah mengerti harifiahnya dejavu tapi aku mengerti apa maksudnya” ujar gadis itu terseyum, yang membuat cowo jadi salah tingkah lagi.

“apa kau tau, entah kenapa jika berbicara dengan mu aku merasa begitu nyaman dan tenang tidak seperti orang-orang yang pernah bersama q” ccowo itu mengadahkan kepala ke atas langit terkadang melirik orang yang di sampingnya.

“gombal” ujar cewek itu terseyum kecil

“apakah aku terihat gombal” terseyum lembut pada gadis itu dan membuat wajah gadis itu menjadi merah “entah kenapa setiap kali mimpi ini selalu terputus di tengah jalan, bagaikan sebuah film saja, tapi aku tak pernah tau siapa dirimu, tapi aku tak peduli kau datang dari mana, itu sudah membuatku merasa senang bisa bertemu dengan mu lagi.”

apa yang sedang kau bicarakan” gadis itu tidak mengerti apa yang sedang cowo di sampinganya itu ucapkan tadi

“ah bukan apa-apa”

“eh, apa kau bisa mengantarku keluar dari sini?”

“ah, tentu saja, tp dengan satu syarat”

“sungguh, hanya satu syarat kan? apa itu”

“aku ingin tau sapa namamu”

“watashi wa Makino desu”

“boku wa Sakamoto Takasi*nama asli saga*”

akhirnya cowo yang bernama sakomoto itu mengantar maky pulang menuju apartement tempat maki tinggal dengan selamat dan utuh tanpa luka sedikit pun, maky memncet bel di depan apartemnya dan yang membuka adalah Ning

“kok baru pulang?”  tanya ening

“iya , tadi maky tersesat untung saja ada orang baik hati yang mau mengantarkan maky pulang ke sini klo tidak ga tau dech

“tuch kan makanya klo jalan kemana-mana harus minta di temani sama qta-qta, klo terjadi apa-apa gimana?” saut Ening

“udah-udah jangan berantem nanti ganggu tetangga sebelah lagi, oh iya tadi waktu mau buang sampah sepertinya you nemu ini di bungkus bekas buklet bunga Ning kemarin, seperti memo” Ning dan Maky mendekati You untuk membaca memo itu, sebuah alamat email dan tulisan pesan kecil

Bunga Lily mempunyai banyak arti tapi lily putih yang ku persembahkan untuk mu sebagai ungkapan rasa suka ku pada mu saat pertama x aku melihat dirimu masuk ke toko bunga itu, dan ku harap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan mu tidak hanya melalui e-mail ini.
ttd
shou

“wah keren ternyata Ening di sukai shou na arisu, maky juga mau”

“ga boleh, Ening itu udah suka Shou dari pertama kali liat shou, maky sama yang lain aja”

“maksud maky bukan shou tp member arisu yang lain”

“tapi bukanya maky suka sama miyavi?” goda youren   

“ah… mami jahat….” ngejar you sampe keliling keliling ruangan itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: