DeJaVu – part1

Title : DeJaVu (mimpi-mimpi yang mempertemukan takdir cinta)
Author : Yourenzi, Rafuma
Fandom : J-Rock, Alice Nine
Pairings : Saga x Makino
Summary : Suara tangisan terdengar dari arah belakan ia duduk, hal itu membuatnya sedikit merinding, tapi di beranikan dirinya berjalan ke arah sumber suara itu, semakin dekat dan semkin terdengar jelas,
 
Notes  : fanfic ini buat anak gw yang suka ma si Saga, klo aneh harap maklum.. ga bias nulis fanfic roman sich.. dan mungkin emang ancur banget alis seperti bukan fanfic nich!!

 

DeJaVu
( Mimpi-mimpi yang mempertemukan takdir cinta)

Part 1

Boy Views

Sinar matahari masuk melalu jendela kamar apartement itu. Ia membuka matanya sedikit demi sedik, ia memicingkan matanya* author bingung mendiskripkannya* berlahan-lahan mata sudah mulai terbiasa dengan sinar matahari yang masuk.

“ternyata aku lupa menutupnya” ia berjalan menuju ke luar beranda, menghirup udara di pagi hari, menatap kearah suatu pemandangan yang indah. Beruntung baginya kamar apartement yang ia tempati langsung mendapat sinar matahari dan pemandangan yang indah, bukan pemandangan mobil berlalu-lalang dengan asap yang tidak menyehatkan badan.

Ia kembali masuk ke kamar dan ingin melanjutkan tidur, tapi matanya tak ingin tidur, lalu mengambil handuk yang tergeletak di kursi samping tempat tidurnya, beranjaklah ke kamar mandi.

Ia mengunci pintu kamar mandi itu,
* saga :  ia lah bisa2 yang bikin cerita ngintip,
 Author:  mau lo kunci tetep aja gw bias ngintip wong gw yang buat*  di putarnya
Keran itu *jelek amat bahasanya*

ZHESSSSS
Air dari pancuran itu mulai membasahi tubunya dari mulai muka hingga sampai ke bawah, di usapnya bagian lehernya dan tubuhnya yang lain, hingga ia merasakan nyaman dan tubuhnya bersih dari debu yang menempel saat ia tertidur. Di matikan air yang membasahi tubuhnya tadi, di lapkan dengan lemabut ke tubuh indahnya itu. Setelah semua rapi dan sesuai dengan apa yang dikenakan, ia mengambil topi dan sebuah kacamata untuk menutup wajahnya, agar orang-orang tidak ada yang mengenalnya.
Saat ia berjalan tidak ada satu pun orang-orang termasuk para wanita mengenalnya, tidak seperti waktu Ia manggung bareng-bareng anak Alice Nine, dalam hati merasa bersyukur bahwa Tuhan memberikan satu kesempatan untuk beristirahat dari segala hal yang membuat Ia penat dan lelah.

Tak terasa hari mulai gelap, berjalan mengelilingi kota membuat ia lelah dan kakinya membawa  menuju taman yang tepat berada didepannya, duduk di sebuah ayunan sambil memakan sebuah ice cream  yang baru dibeli dari seorang penjual ice cream keliling.

Suara tangisan terdengar dari arah belakan ia duduk, hal itu membuatnya sedikit merinding, tapi di beranikan dirinya berjalan ke arah sumber suara itu, semakin dekat dan semkin terdengar jelas,

“huuuu huuuuuhuuuu”

“sapa disana? Yang nangis manusia kan?” tanyanya, lalu ia melihat sosok dengan rambut panjang berbaju putih  memunggungi dirinya dan disentuhlah bahu yang menangis itu…

“kau tidak apa-apa kan?” tanyanya menyentuh bahu orang yang menangis itu, tapi ketika orang itu membalikan tubuhnya… ia melihat-

“hosh..hosh…hosh..” pria itu terbangun dari mimpinya, ia berguman “mimpi itu lagi, tapi kini aku bias menyentuh tubuhnya” ia memandangi tangannya

“hey Saga, kau ini sedang apa? Memandangi tangan segala” ujar pria bertubuh tinggi itu

“ah Shou, kau ini pake ga tau segala, dia kan mimpi basah” saut pria yang sedang memegang stiek drum itu

“hahahahaha.. emangnya klo dalam mimpi ada yang mau dengannya, dari pada dengan nya lebih baik denganku saja” ejek pria yg mengaku dirinya paling tampan itu

“pasti mimpi yang waktu itu lagi yach saga?” Tanya pria pendek

“ya begitulah, ini untuk ketiga kalinya, aku bermimpi hal yang sama, tapi kali ini aku bias menyentuh bahunya, merasakan harum aroma tubuhnya” ujarnya dengan membayangkan sosok yang ada di dalam mimpinya

“kau yakin dia bukan laki2?” ejek mereka serempak

“ tentu bukan” ia membantah dengan tegas “tapi… aku tidak yakin  juga” saga memainkan jarinya menundukan pandangan..

“sudah sana lebih baik kau cuci muka, makanya jangan tidur di studio jadi mimpi yang tidak2 dech”

Saga melangkahkan kakinya ke toilet, ia membasuh wajahnya dengan air dan lalu menatap cermin sambil berkata “akiu kini bias menyentuh dan merasakan aroma tubuhnya begitu harum, dan bahu yang kecil dapat ku genggenggam dengan erat” ia mengelakan nafas “apakah aku dapat bertemu lagi dalam mimpi”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rating

%d blogger menyukai ini: